Labels

Search This Blog

14 November 2024

Hydraulic Pump Excavator

Model Code
K3V112DT - 1VJR - 9N2E - 1V
Port connection
K3V : K3V series
112 : Size (Desplacement : cm3/rev)
DT : S : Single pump, DT : Tandem type double-pump
1VJ : Design series number
R : Shaft rotation — viewed from shaft end (R : Clockwise, L : Counterclockwise)
9N2E : Regulator type
1V : Fluoro rubber O-ring

Specifications
Type : Variable displacement, swash plate type, piston pump
Rated speed : 2000 rpm (Clockwise viewed from shaft end)
Rated pressure : 32.4 MPa (330 kgf cm2) (4699 psi) (324 bar)
High pressure : 34.3 MPa (349 kgf.cm2) (4975 psi) (343 bar)
Maximum displacement : 106 x 2 cc/rev
Maximum flow rate 212 x 2 lpm (56.0 x 2 gpm)

Main pump dapat dikelompokkan ke dalam beberapa grup : 

  • Rotary group yang melakukan gerakan putar dan bekerja sebagai bagian utama dari fungsi keseluruhan pompa; terdiri dari cylinder block , piston shoes, set plate, spherical bush, and cylinder spring. Drive shaft ditopang oleh bearing pada kedua ujungnya.

  • Swash plate group yang memvariasikan laju aliran; terdiri dari swash plate, shoe plate, swash plate support, tilting bush, tilting pin and servo piston.

  • Valve block group yang dipasang pada blok katup untuk menyalurkan oli ke dan mengumpulkan oli dari blok silinder. Oli yang dikeluarkan melalui pelat katup dialirkan ke saluran pipa eksternal melalui blok katup.

Pump shaft digerakkan oleh engine, memutar cylinder block melalui splined bore. Jika swash plate dimiringkan, piston yang tersusun pada cylinder block akan membuat reciprocating motion terhadap cylinder block, bersamaan dengan itu akan berputar bersama dengan cylinder block.

  1. Servo piston
  2. Tilting pin

Sebuah piston akan melakukan gerakan 180° menjauh dari valve plate (oil suction stroke) dan kemudian melakukan gerakan 180° lagi menuju valve plate (oil discharging stroke) ketika cylinder block berputar. Ketika sudut kemiringan swash plate adalah nol (0), maka piston tidak membuat langkah atau mengeluarkan oli.

Regulator

Regulator terdiri dari fungsi negative flow control, total horse power control and power shift control. Namun ketika fungsi kontrol yang berbeda bertindak pada waktu yang sama, instruksi aliran oli rendah akan memiliki prioritas oleh operasi mekanis.


 

Negative Control (Green Line)

Delivery rate opump dapat dikontrol dengan memvariasikan tekanan hidraulik servo Pi. Regulator ini merupakan tipe kontrol aliran negatif yang mengurangi laju pengiriman Q sesuai dengan peningkatan tekanan hidraulik servo Pi. Jika tekanan hidraulik servo yang sesuai dengan aliran yang dibutuhkan untuk pekerjaan ditentukan, maka pompa hanya akan mengirimkan sejumlah oli yang dibutuhkan sehingga konsumsi daya yang tidak perlu dapat dihindari.

Total Horsepower Control (Red Line)

Ketika delivery pressure pompa P1 dan pompa pasangan P2 dinaikkan, maka laju aliran pengiriman (delivery flow rate) akan berkurang secara otomatis, sehingga torsi input akan diatur ke nilai tertentu. (Saat rpm tetap, input horsepower juga akan tetap konstan.) Regulator dengan tipe total cumulative horsepower, yang beroperasi berdasarkan jumlah beban tekanan dari kedua pompa dalam sistem pompa ganda tandem. Oleh karena itu, overload pada engine dapat dihindari secara otomatis terlepas dari kondisi beban pada kedua pompa.

Power Shift Sontrol (Blue Line)

Pengaturan horsepower akan diubah dengan mengubah besar kecilnya arus yang masuk ke proportional solenoid valve pada regulator. Hanya satu proportional solenoid valve yang disediakan. Namun, tekanan sekunder Pf (power shift pressure) mengalir ke bagian horsepower control masing-masing regulator pompa melalui saluran dalam pompa, dan menggesernya ke pengaturan horsepower yang sama, masing-masing. Laju aliran pengiriman pompa dapat diubah, sehingga tingkat tenaga yang sesuai dengan kondisi kerja dapat diperoleh.

Note :

Video ilustrasi 


 

 

17 May 2024

Electronic Air Drier - Volvo Truck

Air Drier, General

Electronic air drier bekerja berdasarkan prinsip yang sama seperti pendahulunya yang dikontrol udara. Perbedaannya, electronic air drier ini  dikontrol secara elektronik. Jika air drier karena alasan tertentu menjadi tidak berfungsi dan akan menjadi basah, sedangkan kompresor terus menerus mengisi daya. Tekanan udara berlebih akan dikluarkan melalui katup pengaman (safety valve).

Dengan memanfaatkan informasi dari sistem elektronik kendaraan, kendali electronic air drier dan kompresor dapat dioptimalkan, sehingga pengeringan udara terjamin dan konsumsi bahan bakar berkurang. Electronic air drier memiliki fungsi internal untuk mencegah pembekuan atau penyumbatan. Fungsi ini memberikan bantuan sementara (pengeringan udara bersih) saat mesin dimatikan. Fungsi ini menghilangkan masalah pembekuan pada kendaraan yang tidak bergerak.


A: Compressor. 
B: Cooling coil. 
C: Air drier 
D: Vehicle control unit. 
E: Air system. 
F: Solenoid valve, regeneration (Y51A). 
G: Solenoid valve, relief (Y51B). 
H: Electrical control signal, relief. 
I: Electrical control signal, regeneration. 
J: Check valve. 
K: Data links: 1587/1939.
 

The following values are obtained from these links: System pressure, engine speed, engine elapsed time, ambient temperature and vehicle speed.

1 = Dari compressor
2 = Menuju sistem udara (air tanks)
3 = Evakuasi (drain)
4 = Control signal menuju compressor
5 = Air filter
6 = Drier filter
Y51A = Solenoid valve, regeneration
Y51B = Solenoid valve, relief (compressor control)
B1 = Menuju ke Vehicle ECU
B3 = 
Menuju ke Vehicle ECU
B4 = 
Menuju ke Vehicle ECU

Charging phase


 

A = Udara lembab yang masuk dari compressor 
B = Udara kering

Relief phase (without regeneration)


A = Udara masuk dari compressor diarahkan langsung menuju outlet port dan keluar melalui silencer (C).
B = Sebuah check valve menjaga tekanan didalam sistem.
D = Control signal (sinyal udara) menuju ke compressor.

Regeneration phase


 

A = Udara masuk dari compressor diarahkan langsung menuju outlet port dan keluar melalui silencer (C).
B = Sebuah check valve menjaga tekanan didalam sistem.
D = Control signal (sinyal udara) menuju ke compressor.
E = Udara kering dari tank dialirkan balik melalui desiccant cartridge melalui solenoid valve (Y51A).
F = Air, udara dan oli diarahkan keluar melalui silencer (C).

Setelah tahap pengisian (charging phase) selesai, air drier diregenerasi (dikeringkan) dengan jumlah tertentu, kira-kira. 12% dari udara yang dipompakan akan dialirkan kembali dari sistem udara bertekanan melalui air drier dan keluar melalui silencer di bagian bawah. Fungsinya berdasarkan prinsip berikut: Jika 100 liter udara dipompakan masuk ke sistem, maka 12 liter akan dialirkan balik keluar.

Hydraulic Pump Excavator

Model Code K3V112DT - 1VJR - 9N2E - 1V Port connection K3V : K3V series 112 : Size (Desplacement : cm3/rev) DT : S : Single pump, DT : Tand...